Media.ruangcrypto.com – Dogecoin awalnya dihadirkan sebagai coin lelucon ini, sekarang sudah masuk ke dalam 10 aset crypto terbesar dengan kapitalisasi pasar US$34 miliar atau setara Rp 493 triliun (asumsi Rp 14.500/US$).
Cryptocurrency ini didasarkan pada meme “Doge”, yang menjadi populer pada akhir 2013. Meme tersebut menggambarkan seekor anjing Shiba Inu bersama frasa yang tidak masuk akal dalam teks font Comic Sans warna-warni.
Koin ini dibuat pada tahun 2013 oleh software engineer Billy Markus dan Jackson Palmer, Dogecoin dimaksudkan untuk digunakan sebagai alternatif yang lebih cepat tetapi “menyenangkan” untuk Bitcoin.
Dan sekarang, Dogecoin mengagetkan banyak pihak karena kapitalisasi pasar US$34, miliar, menurut situs pasar crypto CoinGecko dan Coinmarketcap. Kapitalisasi pasar tembus sebesar US$19,9 miliar dan bertambah dalam 24 jam terakhir.
Aset crypto ini mencapai level tertinggi sepanjang masa (new ATH) dengan harga hampir 28 sen dolar AS pada pagi ini, naik lebih dari dua kali lipat dari harganya sehari sebelumnya.
Kenaikan harga Dogecoin didorong oleh antusiasme grup Raddit bernama SatoshiStreetBets yang bertujuan untuk meningkatkan harga uang crypto. Dalam tujuh hari terakhir harga Dogecoin sudah meningkat hingga 300%.
Seorang pengguna Reddit pun memposting foto kepemilikan aset Doge mereka di aplikasi investasi Robinhood. “Hai teman-teman, saya baru saja menjadi jutawan dari Dogecoin,” kata pengguna tersebut, menunjukkan saldo US$ 1,08 juta di akunnya.

Kekhawatiran Pasar
Meroketnya harga Dogecoin telah menyebabkan kekhawatiran akan potensi bubble gelembung di pasar uang crypto. Beberapa investor sudah melihat Bitcoin sebagai gelembung spekulatif, koin digital paling populer di dunia telah berlipat ganda sejak awal 2021.
Bubble dimaksudkan ketika harga naik tinggi kemudian anjlok tiba-tiba yang membuat sebagian besar pemegang aset tersebut rugi besar hingga bangkrut karena aksi jual dan tak ada minat lagi untuk membeli atau mengumpulkan aset tersebut.
“Kebangkitan Dogecoin adalah contoh klasik dari teori bodoh yang lebih besar yang sedang dimainkan,” ujar David Kimberley, seorang analis di aplikasi investasi Inggris Raya, Freetrade, mengatakan kepada CNBC.
“Orang-orang membeli asaet crypto, bukan karena mereka pikir itu memiliki nilai fundamental yang baik, tetapi karena mereka berharap orang lain akan membelinya kemudian harga naik dan setelahnya mereka dapat menjual dan menghasilkan uang dengan cepat.”
“Ketika semua orang melakukan ini, gelembung akan meledak dan Anda akan ditinggalkan jika Anda tidak keluar tepat waktu. Dan hampir tidak mungkin untuk mengatakan kapan itu akan terjadi lagi.”
“Ini adalah kasus ganda di pasar crypto di mana sekelompok kecil pemain sering memegang sebagian besar koin yang beredar, yang berarti hanya perlu satu orang untuk menjual semua kepemilikan untuk menyebabkan pasar menjadi ambruk. “
Baca Juga : Apa Itu Altcoin? Berikut Penjelasannya
