Media.ruangcrypto.com – Binance Coin (BNB) baru saja mengalami apresiasi yang cukup signifikan dan membentuk harga tertinggi baru. Tercatat pada Senin tanggal, 12 April 2021, pukul 16.32 WIB, bahwa harga tertinggi baru BNB berada pada sekitar $638.44 atau Rp9,34 Juta.
Apresiasi ini terjadi dalam waktu yang cukup singkat sehingga memunculkan pertanyaan mengenai penyebab dari dorongan beli ini.
Token Burn BNB Menjadi Alasan Utama
Nampaknya satu hal yang menjadi penyebab utama apresiasi ini terjadi secara cepat dan secara signifikan adalah Token Burn.
Token Burn sendiri adalah mekanisme dimana terjadi pengurangan persediaan coin atau token yang beredar dalam pasar crypto.
Hal tersebut menandakan akan adanya kelangkaan yang semakin meningkat akibat persediaannya yang berkurang.
Dengan meningkatnya terus permintaan terhadap BNB akibat tingginya sentimen positif di sekitar ekosistem Binance, apresiasi harga menjadi satu hal yang tidak dapat dipungkiri.
CEO dari Binance, Changpeng Zhao, baru saja membuat cuitan di Twitter mengenai Token Burn ini. Ia menyatakan,
“Saat koin mengalami burn, koin tersebut hilang dari peredaran. Hal tersebut meningkatkan nilai dari koin tersebut. BNB Token Burn dalam beberapa hari ke depan! Bukan saran keuangan!”

Cuitan tersebut menandakan persediaan yang berkurang akan meningkatkan harga BNB akibat permintaannya yang masih tinggi. Hal ini relevan akibat pasar crypto yang sangat bergantung pada permintaan dan penawaran untuk berubah dalam nilainya.
Sehingga sangat wajar jika mendekati Token Burn ini, BNB mengalami apresiasi karena banyak yang ingin memiliki sebelum koin itu langka.
Potensi Koreksi
Saat ini apresiasi sudah terlihat sangat tinggi, sehingga terdapat potensi koreksi sebelum harga dapat naik kembali. Potensi ini terlihat dari sisi teknikal dimana harga baru saja keluar atau breakout dari zona apresiasi untuk naik lebih tinggi. Sehingga ada kemungkinan untuk retest atau uji coba kembali zona apresiasi sebelumnya, sebelum harga dapat naik kembali.
Dari sisi fundamental, hal ini juga terdukung akibat kuatnya sentimen Token Burn. Diperkirakan bahwa Token Burn ini akan terjadi pada sekitar 30 April 2021, sehingga masih terdapat dua pekan sebelum terjadi.
Baca Juga : Risiko Investasi Cryptocurrency Yang Wajib Diketahui
