3 Kasus Tragis Akibat Rugi Saat Trading

3 Kasus Tragis Akibat Rugi Saat Trading

Media.ruangcrypto.com – Trading saham dan crypto sedang naik daun di dunia saat ini, terlebih trading sangat menjanjikan keuntungan besar yang di dapat. Tetapi kebanyakan orang hanya mengambil sisi keuntungnya saja, tanpa mengetahui resiko kerugiannya. Perlu di ketahui banyak juga kasus yang cukup menggemparkan di dunia Trading, baik itu di saham, forex ataupun crypto.

Berikut Tim Ruang Crypto Beri tahu 3 Kasus Tragis Akibat Rugi Saat Trading.

1. Alex Kearns
Kematian Alex Kearns, seorang trader saham di Ilinois Amerika Serikat (AS) karena bunuh diri, menjadi perhatian. Pemicu bunuh diri trader berumur 20 tahun itu diduga karena rekening saham milikinya bersaldo minus sebesar US$ 730.165 atau sebesar Rp 10,22 miliar (kurs Rp 14.000).

Kematian Alex terungkap saat ada pesan di kertas lengket kuning kecil yang ditinggalkan Alex di pintu kamarnya. Pesan itu berisi permintaan untuk menyalakan laptop.

Kemudian Ayah Alex, Daniel Kearns menyalakan laptop putranya di rumah di Naperville, Ilinois. Dalam hitungan detik, sebuah surat empat paragraf muncul di layar.”Jika Anda membaca ini, maka saya sudah mati,” catatan itu dimulai, seperti dikutip dari CNBC Internasional.

Kejadian itu kurang dari 24 jam setelah Alex memeriksa akunnya di aplikasi perdagangan yang sangat populer, Robinhood. Dalam catatannya, Alex berpikir memiliki saldo minus US$ 730.165 atau sebesar Rp 10,22 miliar (kurs Rp 14.000). Tetapi Alex mungkin telah salah memahami laporan keuangan tersebut bahwa dia memiliki utang besar dan tersebar, menurut seorang kerabat.

Baca Juga : Bill Gates Ramal Harga Bitcoin Akan Hancur

2. Buruh Pabrik Baja di China
Seorang pekerja baja melakukan bunuh diri dengan cara mengerikan setelah mengalami kerugian cukup besar akibat saham. Pekerja bernama Wang dan berumur 34 tahun tersebut menyeburkan diri ke dalam tungku peleburan besi baja.

Seperti dikutip dari Global Times, hal tersebut terungkap dalam sebuah video yang viral secara online di China. Wang merupakan pekerja dari Baogang Grup yang telah bekerja lebih dari 1 dekade.

Dalam pengumuman resmi Baogang, Wang hilang pada 24 Maret 2021 saat sedang bekerja shift malam. Perusahaan segera melakukan pencarian, dan video pengawasan menunjukkan Wang melakukan bunuh diri. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh polisi.

Menurut rekan kerjanya, Wang belum lama ini telah lama membeli kontrak berjangka dan saham melalui perusahaan sekuritas. Pada 24 Maret, hari dia bunuh diri, dia telah mengalami rugi lebih dari 60.000 yuan atau sekitar Rp 132 juta.

Perusahaan tempat ia bekerja menduga bahwa bunuh diri Wang terkait dengan kerugian yang besar dan ketidakmampuannya untuk melunasi hutangnya.

Baca Juga : Kenali Beberapa Istilah Yang Ada di Dunia Crypto

3. Investor Indonesia
Jagat pasar modal dalam negeri kembali dibuat heboh. Baru-baru ini terjadi lagi sebuah kejadian yang memilukan yakni bunuh diri karena rugi dalam main saham. Tepatnya di Setiabudi Jakarta Selatan ada seorang pria muda berumur 27thn yang tewas akibat loncat dari lantai 23 apartemen. Menurut keterangan polisi, korban memiliki masalah ekonomi karena main saham.

Menurut Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, Aidil Akbar, mengatakan kasus bunuh diri karena rugi main saham sebenarnya bukanlah hal baru. Sebelumnya, sudah sering terjadi hal yang serupa.

“Kalau memang benar dia (bunuh diri karena) main saham, maka dia bukan korban pertama, karena dulu sebelum-sebelumnya sudah sering orang bunuh diri karena saham. Dan modusnya biasanya sama, mereka lompat dari gedung,” ungkap Aidil.

Bila dilihat Penyebabnya dari kasus-kasus bunuh diri sebelumnya, tidak lain karena uang yang dipakai untuk main saham bukan uang pribadi melainkan uang yang dipakai adalah uang orang lain atau utang.

“Itu biasanya karena mereka mengalami kerugian yang sangat besar dan kerugiannya bukan pakai uang mereka sendiri, jadi kalau rugi doang biasanya nggak masalah ya, kalau uang sendiri, biasanya mereka itu ruginya itu karena pakai uang pinjaman dan mereka tidak bisa mengembalikan uang pinjamannya,” tambahnya.

Untuk itu, Aidil mewanti-wanti masyarakat terutama yang baru mau terjun ke investasi saham untuk lebih mengenali dulu apa itu saham dan ilmu-ilmu dasar terkait investasi di pasar modal.

Baca Juga : Rekomendasi Market Cryptocurrency di Indonesia

Demikian artikel ini dimuat bertujuan untuk mengingatkan kepada trader pemula maupun yang sudah profesional, agar lebih hati-hati lagi dengan dunia saham atau crypto yang penuh resiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *