Media.ruangcrypto.com – Harga Bitcoin kembali naik pada hari Rabu, setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengklarifikasi komentar sebelumnya yang menyarankan kenaikan suku bunga mungkin diperlukan.
Pernyataan Yellen menjadi katalisator untuk aksi jual setelah dia mengatakan, suku bunga mungkin perlu naik. Beberapa trader rupanya menjual asetnya karena khawatir era uang murah mungkin tidak akan bertahan selamanya.
“Ini bukan sesuatu yang saya prediksi atau rekomendasikan,” kata Yellen di acara yang diselenggarakan The Wall Street Journal, pada Selasa malam, untuk mengklarifikasi pernyataan sebelumnya.
“Jika ada yang menghargai independensi Federal Reserve (bank sentral AS), saya pikir orang itu adalah saya,” ujar mantan Kepala The Fed ini, seperti dikutip Bloomberg.
Bitcoin melorot ke level US$ 53.000 menyusul pernyataan Yellen yang menyebutkan suku bunga mungkin perlu naik untuk memastikan ekonomi AS tidak terlalu panas.
Setelah klarifikasi Yellen, harga Bitcoin kembali di atas US$ 55.000. Bahkan, mengacu data CoinDesk pukul 22.10 WIB, harga Bitcoin ada di level US$ 57.000 atau naik hampir 5% dibanding posisi 24 jam sebelumnya.
Baca Juga : Ultimate Fighting Championship (UFC) Akan Luncurkan Token

Baca Juga : Dogecoin Kini Dapat Digunakan Untuk Pembelian Tiket Baseball
Bitcoin terseret dalam aksi jual pasar crypto pada Selasa, bersama dengan bursa saham AS, menyusul pernyataan Yellen tersebut.
Yellen awalnya membahas kenaikan tarif dalam konteks rencana Presiden AS Joe Biden untuk belanja infrastruktur dan kesejahteraan senilai US$ 4 triliun selama dekade berikutnya.
“Mungkin suku bunga harus sedikit naik untuk memastikan ekonomi kita tidak terlalu panas, meskipun pengeluaran tambahan relatif kecil dibanding ukuran ekonomi,” kata Yellen di acara yang gelar majalah The Atlantic.
Baca Juga : Survei Mastercard: 40% Orang Berniat Gunakan Crypto Untuk pembayaran di Tahun Depan
