Media.ruangcrypto.com – Market Pertukaran mata uang crypto dengan sekitar 2 juta pengguna di seluruh dunia, Hotbit mengumumkan bahwa mereka telah mengalami serangan hacker yang serius. Sejumlah layanan mengalami lumpuh, Akibatnya, platform tersebut telah ditutup untuk sementara waktu dan menyatakan bahwa mereka perlu melakukan “inspeksi komprehensif” pemulihan diharapkan berlangsung satu hingga dua minggu kedepan.
Hotbit Mengatakan melalui akun twitter resminya, ‘Mengalami Serangan Siber Serius’ pada hari Jumat kemarin.
Hotbit baru saja mengalami serangan dunia maya yang serius mulai sekitar pukul 20:00 UTC tanggal 29 April 2021 atau sekitar pukul 03:00 dini hari waktu indonesia, yang menyebabkan lumpuhnya sejumlah layanan yang tersedia.
Pengumuman tersebut menambahkan bahwa “penyerang mencoba meretas ke dalam dompet Hotbit”, tetapi bursa mengklaim bahwa “upaya tersebut telah diidentifikasi dan dihentikan oleh sistem kontrol risiko kami.”
Market tersebut mengatakan bahwa “akan melampaui 2 juta pengguna terdaftar dan memiliki arsitektur sistem layanan yang sangat besar dengan lebih dari 200 server online, untuk memastikan keamanan, tim Hotbit akan bertindak cepat untuk memulihkan semua server”.
Sambil bersikeras hotbit menyatakan bahwa semua aset pelanggan “aman”.
Baca Juga : Indonesia Segera Memiliki Bursa Khusus Cryptocurrency

Baca Juga : Tesla Cuan dari Penjualan 10% Aset Bitcoin
Tim Hotbit telah menutup semua layanan untuk pemeriksaan dan memulihan segera.
Mengenai periode pemulihan, bursa memperkirakan akan memakan waktu sekitar 7-14 hari, menekankan bahwa “diharapkan tidak lebih dari 7 hari”. Tetapi tidak menutup memungkinkan lebih dari itu.
Setelah pengumuman peretasan, transfer aset crypto terlihat dari alamat Hotbit. Market tersebut mengklaim bahwa transfer tersebut dihasilkan dari mereka.
Pertukaran tersebut menjelaskan bahwa penyerang menghapus database pengguna setelah gagal mendapatkan aset. Ia juga menyatakan bahwa “Penyerang telah mendapatkan akses ke database”, sehingga “nomor telepon yang terdaftar, alamat email, dan data aset” pengguna mungkin telah bocor.
Saat menyatakan bahwa database dicadangkan, perusahaan mengatakan, “kami masih tidak yakin apakah penyerang telah mencemari data atau tidak sebelum serangan”, dan membenarkan perlunya untuk melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh lagi.
Baca Juga : Orang Asia ini Beli Lamborghini Pakai Bitcoin
